TVRINews, Jambi
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Jambi. Kondisi tersebut menyebabkan kualitas udara di wilayah tersebut memburuk dan masuk kategori sangat tidak sehat.
Berdasarkan pantauan, konsentrasi partikulat halus atau PM2,5 di Kota Jambi tercatat mencapai 223 mikrogram per meter kubik. Tingginya konsentrasi PM2,5 menunjukkan pencemaran udara yang cukup tinggi akibat pekatnya kabut asap.
Kabut asap dilaporkan menyelimuti hampir seluruh wilayah Kota Jambi dalam beberapa hari terakhir. Asap dari kebakaran hutan dan lahan terbawa angin hingga masuk ke kawasan permukiman dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi Mahruzar mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih berada pada kategori sangat tidak sehat.

“Masyarakat harus berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, karena kabut asap kembali pekat,” ujar Mahruzar pada Selasa, 29 September 2026.
Mahruzar mengingatkan paparan polusi udara dan partikel halus dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan diminta lebih waspada.
Masyarakat juga diimbau menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar ruangan dan mengurangi kegiatan di ruang terbuka hingga kondisi kualitas udara kembali membaik.










