TVRINews, Jambi
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyebut kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi terus menunjukkan perbaikan. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan karena musim kemarau masih berlangsung.
Pernyataan tersebut disampaikan Raja Juli Antoni usai melakukan kunjungan kerja ke kawasan konservasi gajah dan lanskap hutan desa di Provinsi Jambi.
Menurutnya, tren perbaikan kondisi karhutla di Jambi dapat dilihat dari penurunan jumlah titik panas (hotspot) dalam beberapa waktu terakhir.
“Penurunan jumlah titik panas menunjukkan bahwa kondisi karhutla di Jambi terus membaik, meskipun masih dihadapkan pada tantangan musim kemarau dan suhu panas yang cukup ekstrem,” ujar Raja Juli Antoni kutip Selasa, 29 September 2026.
Raja Juli juga mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Jambi bersama TNI, Polri, serta seluruh pihak yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Karhutla dalam menangani kebakaran hutan dan lahan.
Meski tren karhutla menunjukkan perbaikan, Menhut mengingatkan kondisi tersebut belum sepenuhnya terkendali. Kewaspadaan dan upaya pencegahan tetap perlu diperkuat selama musim kemarau masih berlangsung.
Menurutnya, musim hujan diperkirakan baru akan terjadi secara lebih merata pada November mendatang. Kondisi tersebut membuat potensi kebakaran masih perlu diantisipasi.
Berdasarkan data terbaru Satgas Karhutla, luas lahan yang terbakar di Provinsi Jambi hingga saat ini mencapai 3.715,26 hektare. Kebakaran tersebut tersebar di 10 kabupaten dan kota.
Pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan untuk mencegah meluasnya kebakaran, sekaligus mengantisipasi potensi munculnya titik panas baru selama musim kemarau.










