TVRINews, Jambi
Di tengah musim kemarau yang masih berlangsung, sejumlah wilayah di Provinsi Jambi berpeluang diguyur hujan dalam beberapa hari ke depan. Namun, hujan diprakirakan bersifat lokal sehingga tidak terjadi secara merata.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG Jambi memprakirakan potensi hujan terjadi hingga 11 September 2026. Kondisi ini dipengaruhi oleh pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Provinsi Jambi, Jaya Martua Sinaga, mengatakan peluang hujan lebih besar terdapat di wilayah Jambi bagian timur.

“Potensi hujan terutama berada di wilayah Jambi bagian timur, meliputi Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Muaro Jambi, dan sebagian Kota Jambi. Namun, hujannya bersifat lokal sehingga tidak semua wilayah akan mengalaminya,” ujar Jaya.
Menurut BMKG, hujan yang berpotensi turun berada pada kategori ringan hingga sedang. Meski tidak merata, turunnya hujan di sejumlah lokasi diharapkan dapat membantu mengurangi kondisi kering yang masih terjadi.
Hujan juga berpotensi membantu menekan dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Jambi.
“Kami berharap hujan yang turun di beberapa wilayah dapat membantu mengurangi kondisi kering sekaligus menekan kabut asap yang masih terjadi,” kata Jaya.
Meski terdapat peluang hujan, BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap mewaspadai kondisi musim kemarau. Pasalnya, periode kemarau di Jambi diprakirakan masih berlangsung hingga akhir Oktober 2026.
Masyarakat juga diminta terus memantau informasi dan prakiraan cuaca terbaru dari BMKG, terutama sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.
Dengan kondisi hujan yang masih bersifat lokal dan tidak merata, masyarakat diimbau tetap menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.










