TVRINews, Jambi
Sebaran titik panas mulai terdeteksi di sejumlah wilayah KPHP Unit Delapan Hilir Sarolangun sepanjang Januari hingga akhir April 2026. Temuan ini menjadi peringatan dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan menjelang musim kemarau.
Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Unit Delapan Hilir Sarolangun mencatat sedikitnya 25 titik panas terpantau selama periode tersebut. Data ini diperoleh dari sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SIPONGI.
Sebaran hotspot terdeteksi baik di areal penggunaan lain maupun kawasan hutan yang berada dalam cakupan wilayah KPHP Unit Delapan Hilir Sarolangun.
Kepala UPTD KPHP Unit Delapan Hilir Sarolangun Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Budi Kus Yulianto, mengatakan titik panas umumnya muncul di kecamatan rawan karhutla seperti Sarolangun, Pauh, Mandiangin, Batin Delapan, Air Hitam, dan Mandiangin Timur.
"Kecamatan Pelawan dan Singkut terpantau relatif minim temuan hotspot," ujarnya, Senin, 18 Mei 2026.
Kemunculan titik panas ini menjadi indikator awal yang harus diwaspadai, karena berpotensi berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau 2026.
KPHP Unit Delapan Hilir Sarolangun berharap seluruh lapisan masyarakat dapat berperan aktif dalam upaya pencegahan karhutla, termasuk segera melaporkan temuan titik api kepada aparat terkait.
Selain itu, patroli dan pemantauan lapangan terus dilakukan secara intensif, terutama di kawasan rawan kebakaran. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dinilai menjadi kunci utama dalam menekan angka kejadian karhutla.










