TVRINews, Jambi
Menipisnya stok logistik bantuan bencana di gudang BPBD Kota Sungai Penuh menjadi perhatian serius di tengah kondisi cuaca yang masih tidak menentu. Saat ini, ketersediaan bantuan darurat hanya mengandalkan sisa cadangan tahun 2025.
Persediaan logistik bencana di gudang BPBD Kota Sungai Penuh kini berada dalam kondisi minim. Belum adanya pasokan baru membuat petugas terpaksa mengandalkan sisa stok tahun anggaran sebelumnya untuk mengantisipasi kebutuhan darurat masyarakat.
Keterbatasan logistik ini menjadi tantangan tersendiri bagi BPBD Kota Sungai Penuh. Pada tahun-tahun sebelumnya, dukungan logistik dari pemerintah provinsi rutin diterima. Namun pada periode saat ini, pasokan tersebut belum tersedia, sehingga cadangan kesiapsiagaan bencana ikut terbatas.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sungai Penuh, Gustiarman, mengatakan, material yang masih tersedia di gudang hanya berupa sejumlah kebutuhan pangan dan peralatan darurat seperti minyak goreng, mie instan, serta perlengkapan penanggulangan bencana seperti karung dan terpal. Jumlah persediaan tersebut dinilai sudah tidak ideal untuk menghadapi potensi bencana berskala besar.
"Material yang tersedia saat ini sangat terbatas dan belum mencukupi untuk menghadapi kemungkinan bencana besar," tegas Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sungai Penuh, Gustiarman, Senin, 18 Mei 2026.
Menghadapi kondisi tersebut, BPBD Kota Sungai Penuh berharap adanya tambahan anggaran serta pasokan logistik dalam waktu dekat. Langkah ini dinilai mendesak, mengingat potensi bencana alam masih dapat terjadi sewaktu-waktu di tengah kondisi cuaca yang fluktuatif.










