TVRINews, Jambi
Ketersediaan air masih menjadi kendala bagi sejumlah petani di Kabupaten Muaro Jambi untuk memulai musim tanam padi. Setelah menunggu hampir dua bulan, petani di Desa Senaung mulai turun ke sawah dengan memanfaatkan turunnya hujan untuk menyiapkan lahan tanam.
Berbeda dengan wilayah pertanian di Kecamatan Kumpeh dan Kumpeh Ulu, para petani di Desa Senaung, Kecamatan Jambi Luar Kota, baru memulai aktivitas musim tanam pada pertengahan bulan ini. Para petani mulai membersihkan lahan sebelum memasuki tahap penanaman padi.
Padahal, musim tanam seharusnya telah dimulai sejak Februari hingga Maret lalu. Namun kondisi sawah yang masih kering membuat proses tanam terpaksa ditunda.
Salah seorang petani, Somat, mengatakan hujan yang turun selama masa peralihan musim membantu memenuhi kebutuhan air di sawah tadah hujan milik mereka, sehingga petani kini mulai dapat melakukan pembersihan lahan sebagai persiapan penanaman padi.
"Hujan yang turun selama masa peralihan musim membantu memenuhi kebutuhan air," ujarnya, Senin, 18 Mei 2026.
Meski musim tanam mengalami keterlambatan, para petani berharap hasil panen tahun ini tetap memberikan produksi yang maksimal. Petani menargetkan proses tanam rampung pada akhir bulan Mei agar masa panen dapat berlangsung pada September atau Oktober mendatang.
Sebagai lahan tadah hujan, persawahan di kawasan tersebut hanya dapat melakukan satu kali musim tanam dalam setahun. Kondisi ini membuat ketersediaan air menjadi faktor utama dalam keberlangsungan produksi pertanian masyarakat.
Pada musim tanam tahun ini, petani setempat juga telah menerima bantuan benih padi dari pemerintah daerah untuk mendukung keberlanjutan produksi pertanian di wilayah tersebut.










