TVRINews, Jambi
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, masih dalam penanganan tim gabungan meski upaya pemadaman telah berlangsung lebih dari dua bulan. Memasuki hari ke-64 sejak 9 Agustus 2026, petugas terus berupaya mengendalikan api melalui jalur darat dan udara.
Pemadaman dari udara dilakukan menggunakan helikopter dengan metode water bombing. Sementara itu, tim darat dikerahkan untuk menjangkau titik-titik api yang berada jauh di dalam kawasan hutan dan sulit diakses melalui jalur biasa.
Beratnya medan menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Kebakaran terjadi di kawasan lahan gambut dengan kedalaman lebih dari lima meter, sehingga penanganan membutuhkan upaya ekstra untuk menjangkau lokasi dan mengendalikan api.

Untuk membuka akses menuju titik kebakaran, tim darat mengerahkan alat berat setelah memperoleh persetujuan resmi dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.
Kepala Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang, Yunaidi, menyampaikan bahwa berdasarkan estimasi sementara, luas kawasan yang terbakar diperkirakan mendekati 1.000 hektare.
Namun, penghitungan luas kebakaran secara akurat masih menunggu hingga seluruh proses pemadaman selesai. Kondisi di lapangan yang sulit dijangkau menjadi salah satu tantangan dalam memastikan luas area terdampak.
Di tengah upaya pemadaman, Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang juga memastikan habitat harimau Sumatera masih dalam kondisi aman. Lokasi habitat satwa dilindungi tersebut berada jauh di bagian zona inti taman nasional.
Hingga kini, tim gabungan masih memusatkan upaya pada penanganan titik-titik api di dalam kawasan hutan. Pemadaman melalui jalur darat dan udara terus dilakukan untuk mengendalikan kebakaran sekaligus mencegah api meluas ke wilayah lainnya.
Lamanya proses penanganan dan beratnya kondisi medan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam upaya memadamkan karhutla di kawasan konservasi tersebut.










