TVRINews, Jambi
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bungo mengalami peningkatan signifikan sepanjang tahun 2026. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bungo, jumlah kejadian karhutla dari Januari hingga pertengahan September 2026 mencapai 339 titik.
Khusus pada bulan September 2026, tercatat sebanyak 188 titik karhutla yang tersebar di 14 kecamatan. Sementara itu, total luas lahan yang terbakar hingga saat ini mencapai sekitar 100 hektare, yang didominasi lahan perkebunan masyarakat.
Kepala BPBD dan Kesbangpol Linmas Kabupaten Bungo, Zainadi, mengatakan peningkatan karhutla terjadi cukup signifikan pada bulan September dibandingkan bulan sebelumnya.
"Pada bulan September ini terjadi peningkatan karhutla sebanyak 188 titik yang tersebar di 14 kecamatan, dengan luas lahan terbakar mencapai kurang lebih 100 hektare," ujar Zainadi, dikutip Kamis, 17 September 2026.
Ia menjelaskan, pada bulan Agustus tercatat sebanyak 115 kejadian karhutla, sehingga terjadi lonjakan jumlah kejadian pada bulan berikutnya. Kecamatan Tanah Tumbuh menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak, sementara Kecamatan Bathin III dan Pelepat tercatat sebagai wilayah dengan luas lahan terbakar terbesar.
Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, BPBD Bungo bersama tim Satuan Tugas Karhutla terus meningkatkan patroli serta kesiapsiagaan personel hingga November 2026, terutama di wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran.
Selain itu, personel, armada, dan peralatan pemadam kebakaran juga terus disiagakan guna mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran di tengah puncak musim kemarau.










