TVRINews, Jambi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarolangun memastikan wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengalami pergeseran pada tahun 2026.
Berdasarkan data terbaru, kecamatan yang kini menjadi perhatian utama yakni Kecamatan Batin Delapan dan Mandiangin Timur.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sarolangun, Yen Aswadi, mengatakan dalam beberapa bulan terakhir terjadi perubahan sebaran titik rawan karhutla.
“Jika sebelumnya wilayah Kecamatan Pauh dan Sarolangun menjadi daerah langganan titik panas, kini per pertengahan Juni wilayah Kecamatan Batin Delapan dan Mandiangin Timur justru mendominasi jumlah titik panas,” ujar Yen Aswadi, dikutip Kamis, 25 Juni 2026.
BPBD bersama tim gabungan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta menyiapkan sarana dan prasarana sebagai langkah antisipasi penanganan karhutla sejak dini.
Upaya ini diharapkan mampu menekan risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama memasuki musim kemarau yang berpotensi meningkatkan jumlah titik panas di wilayah Kabupaten Sarolangun.










