TVRINews, Jambi
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin pekat menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi. Kondisi tersebut berdampak pada kualitas udara yang terus memburuk hingga masuk kategori berbahaya.
Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah berada di Kecamatan Sekernan. Kabut asap dilaporkan menyelimuti kawasan permukiman warga dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muaro Jambi, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 341 atau masuk kategori berbahaya. Kondisi tersebut tercatat sejak 3 Oktober 2026.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan DLH Kabupaten Muaro Jambi, Refiandy, mengatakan hasil pemantauan melalui Air Quality Monitoring System (AQMS) menunjukkan kualitas udara mengalami penurunan pada waktu tertentu.

“Dari hasil pemantauan, kualitas udara cenderung memburuk pada pagi hari, sekitar pukul 04.00 hingga 09.00 WIB. Kondisi serupa kembali terjadi pada sore hingga malam, sekitar pukul 15.00 sampai 20.00 WIB,” ujar Refiandy.
Menurutnya, arah angin dari sejumlah titik karhutla diduga membawa partikel asap ke wilayah Muaro Jambi. Kondisi tersebut turut memengaruhi kualitas udara di kawasan permukiman.
Menghadapi kondisi ini, masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna mengurangi paparan asap dan partikulat berbahaya.
Selain itu, pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kecepatan ketika melintas di wilayah yang diselimuti kabut asap. Jarak pandang yang terbatas dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Pemerintah daerah terus memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi karhutla sebagai dasar menentukan langkah penanganan lebih lanjut.










