TVRINews, Jambi
Kabut asap tebal yang menyelimuti perairan Sungai Batanghari, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi mulai mengancam keselamatan aktivitas pelayaran. Jarak pandang yang semakin terbatas membuat pengguna transportasi air diminta meningkatkan kewaspadaan untuk menghindari risiko kecelakaan.
Kondisi kabut asap di wilayah perairan Tanjung Jabung Timur dilaporkan semakin pekat dalam tiga hingga empat hari terakhir. Berdasarkan perkiraan di lapangan, jarak pandang hanya berkisar antara 700 hingga 800 meter.
.
Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara (Kasat Polairud) Polres Tanjung Jabung Timur, AKP Adi Irawansyah, mengimbau seluruh pengguna transportasi air untuk lebih berhati-hati saat melintasi perairan yang terdampak kabut asap.
Imbauan tersebut ditujukan kepada seluruh pengguna transportasi air, termasuk pengemudi speedboat dan kapal pengangkut hasil perkebunan kelapa sawit yang beraktivitas di sepanjang aliran Sungai Batanghari.
“Keterbatasan jarak pandang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan apabila pengemudi kapal tidak meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan,” kata Adi dikutip Kamis, 8 Oktober 2026.
Sebagai langkah antisipasi, Satpolairud Polres Tanjung Jabung Timur menyarankan kapal-kapal yang hendak memasuki wilayah perairan Tanjung Jabung Timur untuk menunda keberangkatan apabila perjalanan tidak bersifat mendesak.
Sementara bagi kapal yang tetap harus berlayar, pengemudi diminta mengutamakan keselamatan dan meningkatkan kewaspadaan selama melintasi perairan yang tertutup kabut asap.
Selain itu, pengguna transportasi air juga diimbau segera melaporkan kepada petugas apabila mengalami kendala selama perjalanan akibat terbatasnya jarak pandang.
Kepolisian berharap seluruh pengguna transportasi air mematuhi imbauan keselamatan guna mencegah terjadinya kecelakaan pelayaran di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Tanjung Jabung Timur.










