TVRINews, Jambi
Kemarau panjang yang melanda Kota Jambi menyebabkan sejumlah warga RT 43, Kelurahan Simpang Tiga Sipin, Kecamatan Kotabaru, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut telah berlangsung sekitar dua bulan terakhir hingga memaksa warga membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang warga, Okta, mengaku kesulitan mendapatkan air bersih telah berlangsung cukup lama. Warga bahkan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air yang digunakan untuk memasak, mandi, dan kebutuhan lainnya.
Selain membeli air, masyarakat juga terpaksa menghemat penggunaannya agar persediaan yang terbatas dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Kita sudah lama kekeringan air dan belum ada bantuan. Ini baru pertama kali kita mendapatkan bantuan air bersih,” ujar Okta kepada tvrinews.com, Kamis, 8 Oktober 2026.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Jambi melalui Perumdam Tirta Mayang menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kemarau panjang.
Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, mengatakan bantuan tersebut diberikan untuk meringankan beban masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih akibat tidak turunnya hujan dalam waktu cukup lama.
“Kita menyerahkan bantuan ini karena memang sudah lama tidak ada hujan. Masyarakat yang membutuhkan air bersih bisa meminta ke PDAM dan akan diberikan secara gratis,” ujar Diza.
Pemerintah Kota Jambi juga memastikan Tim Satuan Tugas Kekeringan terus memantau kondisi masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih di sejumlah wilayah.
Sebanyak 15 armada mobil tangki telah disiapkan untuk mendistribusikan air bersih setiap hari kepada masyarakat yang membutuhkan.
Melalui penyaluran bantuan tersebut, Pemerintah Kota Jambi berharap kebutuhan air bersih masyarakat tetap dapat terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.










