TVRINews, Jambi
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan mulai mengganggu jarak pandang pengguna Jalan Lintas Sumatera atau Jalinsum di Kabupaten Sarolangun, Jambi.
Dalam dua pekan terakhir, kabut asap cukup tebal menyelimuti sejumlah wilayah Sarolangun. Kondisi tersebut terutama dirasakan pada dini hari hingga pagi, ketika jarak pandang pengendara menjadi terbatas.
Situasi ini dikhawatirkan meningkatkan risiko kecelakaan, mengingat Jalinsum merupakan salah satu jalur utama yang digunakan masyarakat dan kendaraan antardaerah.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sarolangun, Supriyanto, mengatakan kabut asap paling tebal biasanya terjadi sejak menjelang subuh hingga sekitar pukul 09.00 WIB.
“Kabut asap mulai dirasakan masyarakat sejak sebelum subuh hingga sekitar pukul sembilan pagi. Kondisi ini tentu mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pengguna jalan, karena jarak pandang menjadi terbatas,” ujar Supriyanto.
Untuk mengantisipasi kecelakaan, Dinas Perhubungan mengimbau pengendara meningkatkan kewaspadaan saat melintasi Jalinsum. Pengemudi diminta menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jarak pandang dan tidak memaksakan perjalanan dengan kecepatan tinggi.
Pengendara juga disarankan menggunakan lampu kendaraan saat kondisi berkabut serta menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya. Penggunaan masker turut dianjurkan untuk mengurangi paparan asap selama perjalanan.
“Pengendara harus menyesuaikan kecepatan dengan kondisi kabut. Jangan memaksakan kendaraan melaju cepat ketika jarak pandang terbatas karena hal itu dapat meningkatkan risiko kecelakaan,” kata Supriyanto.
Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Dinas Perhubungan terus mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati, khususnya pada dini hari hingga pagi saat kabut asap cenderung lebih pekat.
Masyarakat juga diminta mengikuti perkembangan kondisi kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi kabut asap semakin memburuk.
Kewaspadaan pengguna jalan menjadi penting hingga kondisi kabut asap berangsur membaik.










