TVRINews, Jambi
Kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi. Penurunan jarak pandang membuat sejumlah jadwal penerbangan mengalami penyesuaian, dengan beberapa keberangkatan dialihkan ke sore hari demi memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan.
General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Marbun, mengatakan penyesuaian jadwal dilakukan oleh maskapai dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan jarak pandang di sekitar bandara.

“Penyesuaian jadwal penerbangan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan jarak pandang. Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional,” ujar Ardon.
Menurutnya, kondisi jarak pandang pada sore hari cenderung lebih baik dibandingkan pagi hari. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam mengatur ulang waktu penerbangan, dengan tetap mengacu pada perkembangan cuaca dan ketentuan keselamatan yang berlaku.
Kabut asap berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan apabila jarak pandang berada di bawah batas operasional yang dipersyaratkan. Karena itu, penyesuaian waktu keberangkatan maupun kedatangan dilakukan berdasarkan hasil pemantauan kondisi di lapangan.
Pihak pengelola Bandara Sultan Thaha Jambi bersama maskapai terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan kabut asap dan memastikan operasional penerbangan berlangsung sesuai prosedur keselamatan.
Ardon juga mengimbau calon penumpang untuk memeriksa informasi penerbangan melalui maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara. Langkah ini penting untuk mengantisipasi perubahan jadwal akibat kondisi cuaca dan jarak pandang.
Penumpang diharapkan terus mengikuti informasi terbaru dari maskapai agar dapat menyesuaikan rencana perjalanan apabila terjadi perubahan waktu keberangkatan maupun kedatangan.










