TVRINews, Jambi
Kualitas udara yang belum membaik akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan membuat Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi kembali memperpanjang penerapan pembelajaran jarak jauh atau PJJ bagi seluruh jenjang pendidikan.
Kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah permukiman dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan pemerintah untuk mengurangi aktivitas siswa di luar ruangan sekaligus mengantisipasi risiko gangguan kesehatan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA.

Salah seorang siswa SMP Negeri 6 Muaro Jambi, Hafiza Dwi Marzahni, mengaku pembelajaran dari rumah memiliki keuntungan karena waktu belajar terasa lebih fleksibel. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala jaringan internet.
“PJJ sebenarnya cukup menyenangkan karena waktunya lebih fleksibel. Tetapi kendalanya jaringan internet terkadang kurang stabil, sehingga pembelajaran bisa terganggu. Kami berharap hujan segera turun supaya kabut asap berkurang dan bisa kembali belajar di sekolah,” ujar Hafiza.
Selama PJJ berlangsung, para guru tetap menjalankan aktivitas dari sekolah. Proses pembelajaran dilakukan secara daring dengan memanfaatkan sejumlah platform, salah satunya Zoom Meeting.
Guru SMP Negeri 6 Muaro Jambi, Eti Yuhana, mengatakan pembelajaran jarak jauh diperpanjang hingga Sabtu, 12 September 2026. Keputusan tersebut diambil karena kondisi udara dinilai belum cukup baik untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka.
“PJJ diperpanjang sampai 12 September karena kondisi kualitas udara masih belum membaik. Dalam pelaksanaannya tentu ada kendala, terutama jaringan internet dan siswa yang berada cukup jauh dari pusat wilayah,” kata Eti.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat proses penyampaian materi kepada siswa belum sepenuhnya optimal. Meski demikian, para guru tetap berupaya memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan selama kebijakan PJJ diterapkan.
Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi akan terus mengevaluasi kebijakan pembelajaran daring dengan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara dan kondisi kesehatan masyarakat.
Data kualitas udara yang tersedia juga menunjukkan kondisi yang masih perlu diwaspadai. Berdasarkan pemantauan IQAir, kualitas udara di wilayah Muaro Jambi berada dalam kategori tidak sehat.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat, khususnya para orang tua, diimbau membatasi aktivitas anak di luar rumah dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di tengah kabut asap.
Pemerintah berharap kondisi udara segera membaik sehingga kegiatan belajar mengajar tatap muka dapat kembali dilaksanakan secara normal.










