TVRINews, Jambi
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Sembilang, Sumatera Selatan, terus meluas hingga ke wilayah Taman Nasional Berbak, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.
Upaya pemadaman yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Jambi masih menghadapi kendala. Petugas kesulitan menjangkau lokasi kebakaran karena tidak tersedia akses jalur darat yang memadai.
Komandan Korem 042/Garuda Putih Jambi, Brigjen TNI Nyamin, mengatakan kondisi kebakaran di kawasan tersebut semakin membesar dan meluas dalam dua hari terakhir.
"Kesulitan utama yang kita hadapi adalah akses menuju lokasi kebakaran yang tidak bisa ditembus melalui jalur darat, sehingga proses pemadaman cukup terkendala," ujar Nyamin, Senin, 14 September 2026.
Kebakaran yang berasal dari kawasan Taman Nasional Sembilang, Sumatera Selatan, kemudian merambat ke wilayah Taman Nasional Berbak di Jambi. Petugas gabungan saat ini terus melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api meluas ke kawasan hutan dan lahan gambut.
Untuk mempercepat penanganan, sejumlah alat berat turut dikerahkan. Peralatan tersebut digunakan untuk membuka akses jalan darat menuju lokasi kebakaran sekaligus membuat sekat kanal guna menghambat penyebaran api di kawasan gambut.
Penanganan karhutla menjadi perhatian karena kawasan yang terbakar merupakan wilayah hutan dan lahan gambut yang memiliki potensi penyebaran api cukup luas.
Sementara itu, data sementara mencatat luas lahan terbakar di Provinsi Jambi telah mencapai sekitar 2.285 hektare. Kabupaten Batang Hari menjadi wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar, yakni sekitar 664 hektare.
Satgas Karhutla Jambi masih melakukan pemantauan dan pemadaman di sejumlah titik untuk mencegah kebakaran meluas ke kawasan lainnya.










