TVRINews, Jambi
Empat sungai utama di Kabupaten Merangin, Jambi, mengalami penurunan debit air seiring musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di daerah tersebut. Keempat sungai itu yakni Batang Merangin, Batang Masumai, Batang Tabir, dan Batang Tembesi. Penurunan debit air membuat kondisi sungai semakin memprihatinkan.
Selain debit yang menyusut, air sungai juga terlihat keruh dan bercampur lumpur. Kondisi tersebut memicu pendangkalan sungai dan membuat masyarakat kesulitan memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merangin, Syafrani, mengatakan penurunan debit air tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi musim kemarau. Menurutnya, tingginya tingkat kekeruhan air juga diduga berkaitan dengan aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Merangin.

"Kondisi ini tidak hanya dipengaruhi musim kemarau. Tingkat kekeruhan air yang tinggi juga diduga dipengaruhi aktivitas pertambangan emas tanpa izin atau PETI di Kabupaten Merangin," ujar Syafrani, dikutip Senin, 14 September 2026.
Kondisi tersebut menjadi perhatian, terutama di tengah musim kemarau ketika ketersediaan air semakin terbatas. Masyarakat diimbau untuk menggunakan sumber air alternatif yang masih bersih dan layak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pemerintah juga diharapkan dapat meningkatkan pengawasan terhadap kondisi sungai serta aktivitas yang berpotensi memperburuk kualitas dan ketersediaan air di Kabupaten Merangin.










