TVRINews, Jambi
Luas lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tebo terus bertambah. Terhitung sejak Januari hingga September 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tebo mencatat total lahan terbakar mencapai 315 hektare yang tersebar di 12 kecamatan.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Tebo, Kecamatan Sumay menjadi wilayah dengan luas lahan terbakar terbesar. Tercatat, sekitar 83 hektare lahan di wilayah tersebut terdampak karhutla.
Selain di Kecamatan Sumay, kebakaran juga terjadi di sejumlah wilayah lain, di antaranya Kecamatan Tebo Tengah, Tebo Ilir, Tebo Ulu, serta beberapa kecamatan lainnya.
Kepala BPBD Kabupaten Tebo, Joko Ariawan, mengatakan tim Satgas Karhutla terus meningkatkan upaya pencegahan dengan melakukan patroli rutin, khususnya di wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran.

"Kami terus meningkatkan patroli di wilayah rawan untuk mencegah munculnya titik api baru serta mengantisipasi agar kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya," ujar Kepala BPBD Kabupaten Tebo, Joko Ariawan, dikutip Senin, 14 September 2026.
Upaya tersebut dilakukan guna mencegah munculnya titik api baru sekaligus mengantisipasi penyebaran kebakaran ke wilayah lain.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tebo juga terus memantau kondisi kualitas udara seiring masih terjadinya karhutla di sejumlah wilayah. Hingga saat ini, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) tercatat berada di angka 133 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api agar dapat segera ditangani dan mencegah kebakaran meluas.










